KKMI Sangkapura

Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik Jawa Timur

Subunsur Pembelajaran/Pembimbingan dan Tugas Tertentu

Tinggalkan komentar

Penilaian kinerja subunsur pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan
dilakukan dengan sistem paket.


1. Prinsip penilaian kinerja
a. Berdasarkan pada 4 domain kompetensi guru, yaitu kepribadian,
pedagogik, profesional, dan sosial.
b. Adil yaitu, penilaian kinerja memberlakukan syarat ketentuan dan
prosedur yang sama (sistem penilaian yang terstandar) pada semua
guru yang dinilai.
c. Obyektif yaitu, penilaian kinerja guru dilaksanakan secara obyektif
sesuai dengan kondisi guru yang sebenarnya pada saat guru
melaksanakan tugas sehari hari.
d. Akuntabel yaitu, hasil dari pelaksanaan penilaian kinerja guru dapat
dipertanggungjawabkan.
e. Membangun, penilaian kinerja harus bermanfaat bagi guru dalam rangka
peningkatan kualitas kinerjanya.
f. Transparan yaitu, proses penilaian kinerja guru yang memungkinkan
bagi guru yang dinilai atau pihak lain yang memerlukan, memperoleh
akses informasi atas penyelenggaraan penilaian tersebut.
g. Berkelanjutan, penilaian dilaksanakan secara periodik dan berlangsung
secara terus menerus sepanjang seseorang menjadi guru.
h. Selain mengacu pada kompetensi guru, bagi guru yang mendapat tugas
tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah, wakil kepala sekolah/
madrasah, kepala perpustakaan sekolah/madrasah, kepala laboratorium/
bengkel sekolah/madrasah, atau ketua program keahlian/program studi,
penilaian kinerjanya juga mengacu pada standar kompetensi atau tugas
pokok dan fungsi yang menjadi tugas tambahan guru tersebut.
i. Selain mengacu pada kompetensi guru, bagi guru bimbingan
konseling/konselor penilaian kinerjanya juga mengacu pada standar
kompetensi konselor.
2. Dasar penilaian kinerja
Secara umum aspek yang dinilai dalam pelaksanaan tugas utama meliputi:
a. Kinerja guru yang terkait dengan pelaksanaan proses pembelajaran
meliputi kegiatan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran,
mengevaluasi dan menilai, menganalisis hasil penilaian, dan
melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian.
b. Kinerja guru yang terkait dengan pelaksanaan proses pembimbingan
meliputi kegiatan merencanakan dan melaksanakan pembimbingan,
mengevaluasi dan menilai hasil bimbingan, menganalisis hasil evaluasi
bimbingan, dan melaksanakan tindak lanjut hasil pembimbingan.
c. Kinerja guru yang terkait dengan melaksanakan tugas lain yang relevan
dengan fungsi sekolah/madrasah meliputi aspek-aspek yang sesuai
dengan kompetensi atau tugas pokok dan fungsinya. Tugas lain meliputi
(1) menjadi kepala sekolah/madrasah per tahun; (2) menjadi wakil kepala
sekolah/madrasah per tahun; (3) menjadi ketua program keahlian/
program studi atau yang sejenisnya; (4) menjadi kepala perpustakaan;
(5) menjadi kepala laboratorium, bengkel, unit produksi atau yang
sejenisnya; (6) menjadi pembimbing khusus pada satuan pendidikan
yang menyelenggarakan pendidikan inklusi, pendidikan terpadu atau
yang sejenisnya; (7) menjadi wali kelas; (8) menyusun kurikulum pada
satuan pendidikannya; (9) menjadi pengawas penilaian dan evaluasi
terhadap proses dan hasil belajar; (10) membimbing siswa dalam
kegiatan ekstrakurikuler; (11) menjadi pembimbing pada penyusunan
publikasi ilmiah dan karya inovatif; dan (12) melaksanakan
pembimbingan pada kelas yang menjadi tanggungjawabnya (khusus
guru kelas); meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan
pengembangan/ tindaklanjut.
d. Pelaksanaan penilaian kinerja guru dilakukan menggunakan instrumen
penilaian kinerja guru yang terdiri dari: (1) Lembar Pernyataan
Kompetensi, Indikator, dan Cara Penilaian Kinerja Guru; (2) Laporan dan
Evaluasi Penilaian Kinerja Guru; (3) Rekap Hasil Penilaian Kinerja Guru;
dan (4) Instrumen Pelaksanaan Tugas Lain (kepala sekolah/madrasah,
wakil kepala sekolah/madrasah, kepala perpustakaan, kepala
laboratorium, kepala bengkel, kepala unit produksi atau yang
sejenisnya).
e. Penilaian kinerja guru pada pelaksanaan pembelajaran dilakukan di
dalam kelas (untuk kegiatan yang dapat diamati) dan di luar kelas (untuk
kegiatan yang tidak dapat diamati di dalam kelas). Kegiatan yang tidak
dapat diamati di dalam kelas misalnya: penyusunan silabus, RPP,
pengembangan kurikulum, tingkat kehadiran guru di kelas, praktik
pembelajaran di luar kelas/sekolah/madrasah dan sebagainya. Untuk
semua kegiatan yang dilakukan guru, baik yang dapat diamati di dalam
kelas maupun yang tidak dapat diamati, penilai kinerja guru wajib
melampirkan bukti-bukti fisik yang berupa dokumen.
3. Penilaian kinerja guru dari subunsur pelaksanaan proses pembelajaran/
pembimbingan
a. Penilaian kinerja guru, subunsur pelaksanaan proses pembelajaran/
pembimbingan, dan tugas tambahan yang relevan sebagai berikut.
1) Penilaian kinerja guru dari subunsur proses pembelajaran/
pembimbingan dan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah didasarkan atas aspek kualitas, kuantitas, waktu
dan/atau biaya, yang dilaksanakan secara obyektif dan berkelanjutan.
2) Penilaian kinerja guru dari subunsur proses pembelajaran/
pembimbingan mengacu pada 4 domain kompetensi (pedagogik,
sosial, profesional, dan kepribadian) dalam sistem paket
menggunakan instrumen penilaian kinerja guru (PK Guru) dengan
skala nilai 1 sampai dengan 4 sebagaimana tercantum pada Format 1.
3) Penilaian didasarkan Sistem paket meliputi subunsur melaksanakan
proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Angka kreditnya dihitung
sebagai berikut:
(a) Penilaian proses pembelajaran/pembimbingan mencakup aspek
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan,
evaluasi dan penilaian, analisis hasil penilaian, dan pelaksanaan
tindak lanjut hasil penilaian.
(b) Penilaian pelaksanaan tugas tambahan atau tugas lain yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah mencakup aspek-aspek
yang sesuai dengan kompetensi atau tugas pokok dan fungsinya.
(c) Penilaian kinerja guru dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah
dengan menggunakan instrumen penilaian kinerja guru dan wajib
dilakukan setiap tahun.
(d) Penilaian kinerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala
sekolah/madrasah dilakukan oleh pengawas sekolah/madrasah
yang relevan dengan menggunaan instrumen Penilaian Kinerja
Guru (PK Guru) dan Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
(PKKS).
(e) Penilaian kinerja guru yang diberi tugas tambahan yang relevan
dengan fungsi sekolah/madrasah dilakukan oleh kepala
sekolah/madrasah dengan aturan yang telah ditetapkan.
4) Penilaian kinerja dengan sistem paket menggunakan instrumen PK
Guru subunsur pembelajaran atau pembimbingan. PK Guru untuk
subunsur pembelajaran memiliki nilai tertinggi 56 (=14×4) dan nilai
terendah 14 (=14×1), sedangkan nilai tertinggi untuk subunsur
pembimbingan 68 (=17×4) dan nilai terendah 17 (=17×1). Nilai
perolehan dari PK Guru ini dikonversikan ke dalam skala nilai menurut
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 dengan rumus sebagai
berikut.
PK Guru subunsur pembelajaran:
NK = NPKG/56 x 100
Keterangan:
NK : Nilai Kinerja hasil konversi, adalah nilai yang sesuai dengan Peraturan
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009
NPKG : Nilai Penilaian Kinerja Guru adalah nilai yang diberikan oleh penilai
terhadap kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan
menggunakan instrument PK Guru.
Contoh:
Jika seorang guru mendapatkan nilai 54 pada penilaian kinerja yang
dilakukan dengan instrumen PK Guru Pembelajaran, maka konversi
nilai kedalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 adalah:
(54 / 56) x 100 = 96,4
Nilai 96,4 masuk dalam kategori 91 – 100, sehingga guru yang
bersangkutan dapat dikategorikan memperoleh kategori “amat baik”.
PK Guru subunsur pembimbingan:
NK = NPKG/68 x 100
Keterangan:
NK : Nilai Kinerja hasil konversi, adalah nilai yang sesuai dengan Peraturan
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009
NPKG : Nilai Penilaian Kinerja Guru adalah nilai yang diberikan oleh penilai
terhadap kinerja guru dalam melaksanakan pembimbingan dengan
menggunakan instrumen PK Guru.
Contoh:
Jika seorang guru BK mendapatkan skor 54 pada penilaian kinerja
yang dilakukan dengan instrumen PK Guru subunsur Pembimbingan,
maka konversi ke Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 adalah:
(54 / 68) x 100 = 79,4
Nilai 79,4 masuk dalam kategori 76 – 90, sehingga yang bersangkutan
dapat dikategorikan memperoleh nilai kategori “baik”.
5) Hasil penilaian kinerja guru sebagaimana dimaksud di atas
dikonversikan ke dalam nilai dan sebutan dalam Peraturan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009 adalah sebagai berikut.
a) nilai 91 sampai dengan 100 disebut amat baik;
b) nilai 76 sampai dengan 90 disebut baik;
c) nilai 61 sampai dengan 75 disebut cukup;
d) nilai 51 sampai dengan 60 disebut sedang; dan
e) nilai sampai dengan 50 disebut kurang.
6) Kategori sebagaimana dimaksud pada butir 5 di atas diberikan angka
kredit sebagai berikut.`
a) amat baik diberikan angka kredit sebesar 125%;
b) baik diberikan angka kredit sebesar 100%;
c) cukup diberikan angka kredit sebesar 75%;
d) sedang diberikan angka kredit sebesar 50%; dan
e) kurang diberikan angka kredit sebesar 25%.
7) Untuk menghitung angka kredit dengan sistem paket dipergunakan
dasar perhitungan sebagai berikut.
a) Jumlah angka kredit yang diperlukan untuk kenaikan 1 (satu)
tingkat lebih tinggi dalam jabatan fungsional;
b) Dikurangi semua angka kredit, yaitu dari subunsur pendidikan,
subunsur pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) meliputi
pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif, dan unsur
penunjang;
c) Dikalikan jumlah jam mengajar (beban jam mengajar tatap muka
dibagi jumlah jam wajib mengajar tatap muka);
d) Dibagi 4 (untuk jumlah pertahun), karena kenaikan pangkat ratarata
(reguler) kurang lebih adalah 4 tahun sekali; dan
e) Dikalikan perolehan hasil kinerja (125%, 100%, 75%, 50% atau
25%);
f) Perhitungan angka kredit dengan sistem paket untuk subunsur
pembelajaran/pembimbingan per tahun dilakukan dengan
menggunakan rumus:
AK = (AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM) x NPK
4
Keterangan:
AK = Angka kredit per tahun.
AKK = Angka kredit kumulatif minimal yang dipersyaratkan untuk
kenaikan pangkat/jabatan.
AKPKB = Angka kredit pengembangan keprofesian berkelanjutan yang
diwajibkan (subunsur pengembangan diri, karya ilmiah dan/atau
karya inovatif).
AKP = Angka kredit unsur penunjang yang ditetapkan.
JM = Jam mengajar (tatap muka) guru di sekolah/madrasah atau jumlah
konseli yang dibimbing oleh guru BK/konselor.
JWM = Jam wajib mengajar paling sedikit 24-40 jam tatap muka/minggu
bagi guru kelas/mata pelajaran pembelajaran atau jumlah konseli
paling sedikit 150-250 konseli/tahun yang dibimbing oleh guru
BK/konselor.
NPK = Persentase perolehan hasil penilaian kinerja .
4 = Waktu rata-rata kenaikan pangkat (reguler) kurang lebih 4 tahun.
JM/JWM = 1 bagi guru yang mengajar 24-40 jam tatap muka per minggu atau
bagi guru BK/konselor yang membimbing 150-250 konseli per
tahun.
JM/JWM = JM/24 bagi guru yang mengajar kurang dari 24 jam tatap muka per
minggu atau JM/150 bagi guru BK yang membimbing kurang dari
150 peserta didik per tahun.
8) Jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun sebagaimana
dimaksud pada butir 7) di atas adalah jumlah angka kredit kumulatif
minimal sebagaimana dimaksud pada Lampiran II, III, IV, VI, VII, dan
VIII Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dikurangi jumlah angka kredit
subunsur pengembangan keprofesian berkelanjutan dan unsur
penunjang yang dipersyaratkan untuk setiap jenjang jabatan/pangkat
dan dibagi 4 (empat).
9) Penilaian kinerja bagi guru dihitung secara proporsional berdasarkan
beban kerja wajib paling sedikit 24 jam tatap muka per minggu bagi
guru kelas/guru mata pelajaran atau membimbing paling sedikit 150
konseli per tahun bagi guru Bimbingan dan Konseling/Konselor .
Contoh 1: Guru Mata Pelajaran
Budiman, S.Pd. adalah guru Bahasa Indonesia dengan jabatan Guru
Pertama pangkat dan golongan ruang Penata Muda III/a TMT 1 April
2012. Yang bersangkutan mengajar paling sedikit 24 jam per minggu
dan memperoleh hasil penilaian kinerja 50 pada Desember 2012.
Langkah-langkah perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut.
a) Konversi hasil penilaian kinerja ke skala nilai Peraturan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009:
50/56 x 100 = 89
b) Nilai 89 berada dalam rentang 76 – 90 dan disebut “baik”.
c) Angka kredit yang diperoleh Budiman, S.Pd. untuk subunsur
pembelajaran pada tahun 2012 adalah:
AK = (AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM) x NPK
4
AK = {(50-3-5) x (24/24) x 100%} = 10,5
4
Contoh 2: Guru Bimbingan dan Konseling
Rahayu, S.Pd. adalah guru Bimbingan dan Konseling pada MTs
Negeri 2 Pamulang dengan jabatan Guru Muda pangkat Penata
golongan ruang III/c TMT 1 April 2013. Yang bersangkutan
membimbing siswa 150 orang dan memperoleh hasil penilaian kinerja
52 pada Desember 2013. Langkah-langkah perhitungan angka
kreditnya adalah sebagai berikut.
a) Konversi hasil penilaian kinerja ke skala nilai Peraturan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009:
52/68 x 100 = 76,5
b) Nilai 76,5 berada dalam rentang 76 – 90 dan disebut “baik”.
c) Angka kredit yang diperoleh Rahayu, S.Pd. untuk subunsur
pembimbingan pada tahun 2013 adalah:
AK = (AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM) x NPK
4
AK = {(100-3-6-10) x 150/150 x 100%} = 20,25
4
d) Apabila Rahayu, S.Pd. memperoleh nilai kinerja tetap “baik” selama
4 tahun berturut-turut dari subunsur pembimbingan, maka angka
kredit yang diperoleh dalam 4 tahun adalah 20,25 x 4 = 81
e) Apabila Rahayu, S.Pd. melaksanakan kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan dan memperoleh 3 angka kredit dari
pengembangan diri, 6 angka kredit dari publikasi ilmiah dan
inovasi, dan 10 angka kredit dari kegiatan penunjang, maka
Rahayu, S.Pd. memperoleh angka kredit kumulatif sebesar: 81 + 3
+ 6 + 10 = 100. Angka kredit yang dipersyaratkan untuk naik
pangkat/jabatan adalah 100. Jadi Sdr. Rahayu, S.Pd. dapat naik
pangkat/jabatan dari III/c ke III/d dalam waktu 4 tahun.
10) Kinerja guru yang dapat dinilai untuk penetapan angka kredit
dihitung paling kurang 1 (satu) tahun. Apabila usul penetapan angka
kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan dilakukan pada bulan
Desember, maka angka kredit dihitung terakhir bulan Juni tahun
yang bersangkutan.
11) Hasil penilaian kinerja digunakan sebagai pertimbangan dalam
penilaian DP3 guru.
25
b. Penilaian kinerja bagi guru yang mendapat tugas tambahan
Penilaian kinerja guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala
sekolah/madrasah, wakil kepala sekolah/madrasah, ketua program
keahlian, kepala perpustakaan, kepala laboratorium, kepala bengkel,
kepala unit produksi, atau yang sejenis di sekolah/madrasah dilakukan
berdasarkan standar kompetensi menurut peraturan yang berlaku.
Penilaian kinerja guru yang mendapat tugas tambahan difokuskan pada
dimensi/aspek kompetensi yang dipersyaratkan untuk tugas tambahan
dimaksud.
1) Konversi nilai kinerja guru bagi guru dengan tugas tambahan yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
Hasil akhir nilai kinerja guru dengan tugas tambahan yang relevan
dengan fungsi sekolah/madrasah (kepala sekolah/madrasah, wakil
kepala sekolah/madrasah, kepala laboratorium, kepala
perpustakaan, dan sejenisnya) yang mendapat pengurangan jam
mengajar diperhitungkan berdasarkan prosentase angka kredit tugas
pembelajaran/pembimbingan dan pelaksanaan tugas tambahan
tersebut.
a) Untuk itu, nilai hasil PK Guru dari subunsur pembelajaran/
pembimbingan, atau tugas tambahan yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah perlu diubah terlebih dahulu ke skala 0 – 100
dengan formula berikut:
100
Nilai PKG maksimum
Nilai PKG(Skala 100) Nilai PKG yang diperoleh = ×
Keterangan:
• Nilai PKG (skala 100) adalah nilai PK Guru pembelajaran/
pembimbingan atau tugas tambahan yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah dalam skala 0 – 100 (sesuai Peraturan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009)
• Nilai PKG yang diperoleh adalah total nilai PK Guru pembelajaran/
pembimbingan, atau tugas tambahan yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah sebelum dirubah dalam skala 0 – 100.
• Nilai PKG maksimum adalah nilai tertinggi PK Guru untuk
pembelajaran {56 (14 kompetensi x 4)}, pembimbingan {68 (17
kompetensi x 4)}, atau tugas tambahan yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah (sesuai dengan instrumen masing-masing).
b) Masing-masing nilai kinerja guru untuk subunsur
pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan yang relevan
26
dengan fungsi sekolah/madrasah, kemudian dikategorikan ke
dalam sebutan amat baik (125%), baik (100%), cukup (75%),
sedang (50%), atau kurang (25%) sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009.
Konversi Nilai Kinerja Hasil PK GURU ke Angka Kredit
Nilai Hasil
PK GURU Sebutan Persentase Angka
kredit
91 – 100 Amat baik 125%
76 – 90 Baik 100%
61 – 75 Cukup 75%
51 – 60 Sedang 50%
≤ 50 Kurang 25%
c) Menghitung angka kredit per tahun masing-masing subunsur
pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan yang relevan
dengan fungsi sekolah/madrasah yang diperoleh oleh guru. Untuk
menghitung angka kredit per tahun subunsur pembelajaran dan
tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah
digunakan rumus sebagai berikut.
Rumus untuk menghitung angka kredit subunsur pembelajaran/
pembimbingan
4
JWM NPK
(AKK AKPKB AKP) JM
Angka kredit per tahun
− − × ×
=
Keterangan:
• AKK adalah angka kredit kumulatif minimal yang dipersyaratkan
untuk kenaikan pangkat
• AKPKB adalah angka kredit PKB yang diwajibkan (subunsur
pengembangan diri, karya ilmiah, dan/atau karya inovatif)
• AKP adalah angka kredit unsur penunjang yang diwajibkan
• JM adalah jumlah jam mengajar (tatap muka) guru di sekolah/
madrasah atau jumlah konseli yang dibimbing oleh guru
BK/Konselor
• JWM adalah jumlah jam wajib mengajar (24 – 40 jam tatap muka
per minggu) bagi guru pembelajaran atau jumlah konseli (150 – 250
konseli per tahun) yang dibimbing oleh guru BK/konselor
• NPK adalah prosentase perolehan hasil penilaian kinerja
• 4 adalah waktu rata-rata kenaikan pangkat (reguler), 4 tahun
27
• JM/JWM = 1 bagi guru yang mengajar 24-40 jam tatap muka
per minggu atau bagi guru BK/Konselor yang membimbing 150 –
250 konseli per tahun.
• JM/JWM = JM/24 bagi guru yang mengajar kurang dari 24 jam
tatap muka per minggu atau JM/150 bagi guru BK/konselor yang
membimbing kurang dari 150 konseli per tahun.
Rumus untuk menghitung angka kredit unsur tugas tambahan yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah
4
Angkakredit per tahun (AKK – AKPKB- AKP) ×NPK
=
Keterangan:
• AKK adalah angka kredit kumulatif minimal yang dipersyaratkan untuk
kenaikan pangkat
• AKPKB adalah angka kredit PKB yang diwajibkan (subunsur
pengembangan diri, karya ilmiah, dan/atau karya inovatif)
• AKP adalah angka kredit unsur penunjang yang diwajibkan
• NPK adalah persentase perolehan hasil penilaian kinerja
• 4 adalah waktu rata-rata kenaikan pangkat (reguler), kurang lebih 4
tahun
Ingat! Untuk menetapkan AKK, AKPKB dan AKP wajib atau yang
dipersyaratkan lihat Pasal 18 Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
16 Tahun 2009
d) Selanjutnya angka kredit masing-masing subunsur pembelajaran/
pembimbingan dan angka kredit tugas tambahan yang relevan
dengan fungsi sekolah/madrasah dijumlahkan untuk memperoleh
total angka kredit dengan perhitungan sebagai berikut:
i. Guru dengan Tugas Tambahan sebagai Kepala Sekolah/
Madrasah
Total Angka Kredit = 25% Angka Kredit Pembelajaran/
Pembimbingan + 75% Angka Kredit Tugas Tambahan sebagai
Kepala Sekolah/Madrasah
ii. Guru dengan Tugas Tambahan sebagai Wakil Kepala
Sekolah/ Madrasah
Total Angka Kredit = 50% Angka Kredit Pembelajaran/
Pembimbingan + 50% Angka Kredit Tugas Tambahan sebagai
Wakil Kepala Sekolah/Madrasah.
iii. Guru dengan Tugas Tambahan sebagai kepala
perpustakaan/ kepala laboratorium
Total Angka Kredit = 50% Angka Kredit Pembelajaran/
Pembimbingan + 50% Angka Kredit Tugas Tambahan sebagai
kepala perpustakaan/kepala laboratorium.
Konversi nilai PK Guru untuk guru dengan tugas tambahan lain yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah diperhitungkan dengan cara
yang sama, dengan konversi nilai PKG pembelajaran/pembimbingan,
perbedaannya hanya pada rumus persentase penjumlahannya.
Berikut ini dijelaskan guru yang mendapat tugas tambahan sebagai
kepala sekolah/madrasah, wakil kepala sekolah/madrasah, kepala
perpustakaan, ketua program keahlian, dan kepala laboratorium.
(1) Kepala Sekolah/Madrasah
Untuk kepala sekolah/madrasah, dimensi/aspek kompetensi yang
dinilai adalah:
a) kepribadian dan sosial;
b) kepemimpinan pembelajaran;
c) pengembangan sekolah/madrasah;
d) manajemen sumber daya;
e) kewirausahaan; dan
f) supervisi pembelajaran.
Paket penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah dilakukan
dengan menggunakan instrumen penilaian kinerja kepala
sekolah/madrasah (IPKKS). Instrumen tersebut terdiri dari 6
(enam) aspek/dimensi penilaian menggunakan skala penilaian 1
sampai 4, dengan rentang nilai total antara 6 sampai 24 (yakni 1x
6 kompetensi = 6 sebagai nilai terendah s.d. 4 x 6 kompetensi =
24 sebagai nilai tertinggi).
Untuk menentukan nilai kinerja guru yang mendapat tugas
tambahan tersebut digunakan rumus:
Σ TN
NK = ——– X 100
Σ NRT
Keterangan: NK = Nilai Kinerja
ΣTN = Jml Nilai Rata-rata untuk semua kompetensi yang
dinilai untuk tugas tambahan tersebut.
Σ NRT = Nilai kinerja Tertinggi
29
Untuk kepala sekolah konversi nilai ke skala 0-100 dilakukan
menggunakan rumus:
NKKS = NIPKKS x 100
24
NKKS (Skala 100) = Nilai Kinerja Kepala Sekolah/Madrasah dalam skala 0-
100 sesuai Permenneg PAN dan RB 16/2009
NIPKKS =Nilai Instrumen Penilaian Kinerja Kepala
Sekolah/Madrasah
Contoh 3: Kepala Sekolah/Madrasah
Ahmad Sumarna, S.Pd. jabatan Guru Madya pangkat Pembina
golongan ruang IV/a TMT 1 April 2014 mengajar mata pelajaran
Fisika dan diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah.
Penilaian kinerja terhadap Ahmad Sumarna, S.Pd. dilakukan pada
Desember 2014. Hasilnya, Ahmad Sumarna, S.Pd. sebagai guru
memperoleh nilai 48 dan sebagai kepala sekolah memperoleh
nilai rata-rata 18. Langkah-langkah perhitungan angka kreditnya
adalah sebagai berikut.
Perhitungan angka kredit subunsur pembelajaran:
a) Konversi hasil penilaian kinerja tugas subunsur pembelajaran
bagi Ahmad Sumarna, S.Pd. ke skala nilai Peraturan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah: 48/56 x 100 = 85,7
b) Nilai kinerja guru untuk subunsur pembelajaran/pembimbingan,
kemudian dikategorikan ke dalam Amat Baik (125%), Baik
(100%), Cukup (75%), Sedang (50%), atau Kurang (25%)
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009. Nilai PK Guru subunsur pembelajaran
85,7 masuk dalam rentang 76 – 90 dengan kategori “Baik
(100%)”.
c) Angka kredit per tahun subunsur pembelajaran yang diperoleh
Ahmad Sumarna, S Pd. adalah:
Angka Kredit per tahun = (AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM) x NPK
4
Angka Kredit per tahun = [{150 – (4 + 12) -15 } x 6/6 x 100%] = 29,75
4
30

Perhitungan angka kredit subunsur tugas tambahan sebagai
Kepala Sekolah:
a) Konversi hasil penilaian kinerja tugas tambahan sebagai
Kepala Sekolah Ahmad Sumarna, SPd. ke skala nilai
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah: 18/24
x 100 = 75.
b) Nilai kinerja Ahmad Sumarna, S.Pd. untuk subunsur tugas
tambahan sebagai Kepala Sekolah, kemudian dikategorikan ke
dalam Amat Baik (125%), Baik (100%), Cukup (75%), Sedang
(50%), atau Kurang (25%) sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Nilai PK Guru
subunsur tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah 75 masuk
dalam rentang 61 – 75 dengan kategori “Cukup (75%)”.
c) Angka kredit per tahun subunsur tugas tambahan sebagai
Kepala Sekolah yang diperoleh Ahmad Sumarna, S Pd.
adalah:
Angka Kredit satu tahun = (AKK-AKPKB-AKP) x NPK
4
Angka Kredit satu tahun = {150 – (4 + 12) -15} x 75% = 22,31
4
d) Total angka kredit yang diperoleh Ahmad Sumarna, S.Pd untuk
tahun 2014 sebagai guru yang mendapat tugas tambahan
sebagai Kepala Sekolah adalah = 25% (29,75) + 75% (22,31)
= 7,44 + 16,73 = 24,17.
e) Jika selama 4 (empat) tahun terus menerus Ahmad Sumarna,
S.Pd mempunyai nilai kinerja yang sama, maka nilai yang
diperoleh Ahmad Sumarna, S.Pd selama 4 tahun adalah: 4 x
24,17 = 96,68
f) Apabila Ahmad Sumarna, S.Pd melaksanakan kegiatan
pengembangan keprofesian berkelanjutan dan memperoleh 4
angka kredit dari kegiatan pengembangan diri, 12 angka kredit
dari publikasi ilmiah, dan 15 angka kredit dari kegiatan unsur
penunjang. Jadi, Ahmad Sumarna, S.Pd memperoleh angka
kredit kumulatif sebesar 96,68 + 4 + 12 + 15 = 127,68, maka
yang bersangkutan tidak dapat naik pangkat dari golongan
ruang IV/a ke golongan ruang IV/b dengan jabatan Guru
Madya dalam waktu 4 tahun, karena belum mencapai
persyaratan angka kredit yang diperlukan untuk naik pangkat
31
dan jabatan fungsionalnya sebesar 150 (Peraturan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009).

(2) Wakil Kepala Sekolah/Madrasah
Guru yang mempunyai tugas tambahan sebagai wakil kepala
sekolah/madrasah penilaian kinerjanya dilakukan dengan
instrumen dengan kompetensi berikut:
Secara umum seorang wakil kepala sekolah/madrasah
mempunyai penilaian kinerja dengan asumsi nilai maksimal:
1. Kepribadian dan sosial, nilai maksimal 4;
2. Kepemimpinan, skor maksimal 4;
3. Pengembangan sekolah/madrasah, nilai maksimal 4;
4. Kewirausahaan, nilai maksimal 4.
5. Bidang tugas wakil kepala sekolah/madrasah sesuai dengan
bidang tugasnya masing-masing dengan nilai maksimal 4.
Nilai kinerja seorang wakil kepala sekolah/madrasah mempunyai
nilai kinerja maksimal 20.
Contoh 4: Wakil Kepala Sekolah/Madrasah
Dra. Roesmiyati, jabatan Guru Muda pangkat golongan ruang III/d
TMT 1 April 2014 mengajar mata pelajaran Fisika, 12 jam tatap
muka per minggu. Dra. Roesmiyati selain mengajar juga diberi
tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah. Pada penilaian
kinerja bulan Desember 2014 Dra. Roesmiyati sebagai guru
No. Kompetensi
1. Kepribadian dan sosial
2. Kepemimpinan
3. Pengembangan sekolah/madrasah
4. Kewirausahaan
5. Bidang tugas wakil kepala sekolah/madrasah (*) :
• Bidang akademik
• Bidang kesiswaan
• Bidang sarana dan prasarana
• Bidang humas
(*) pilih salah satu sesuai bidang tugas wakil kepala
sekolah/madrasah
memperoleh hasil penilaian kinerja sebagai guru adalah nilai 49
dan sebagai wakil kepala sekolah mendapat nilai rata-rata 18
pada 2014. Langkah-langkah perhitungan angka kreditnya adalah
sebagai berikut.
Perhitungan angka kredit subunsur pembelajaran:
a) Konversi hasil penilaian kinerja subunsur pembelajaran bagi
Dra. Roesmiyati ke skala nilai Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009 adalah: 49/56 x 100 = 87,5
b) Nilai kinerja Dra. Roesmiyati untuk subunsur pembelajaran,
kemudian dikategorikan ke dalam Amat Baik (125%), Baik
(100%), Cukup (75%), Sedang (50%), atau Kurang (25%)
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009. Nilai PK Guru subunsur pembelajaran
87,5 masuk dalam rentang 76 – 90 kategori “Baik (100%)”.
c) Angka kredit per tahun subunsur pembelajaran yang diperoleh
Dra. Roesmiyati adalah:
Angka kredit satu tahun = (AKK-AKPKB-AKP) x NPK
4
Angka kredit satu tahun = {100 – (4 + 8) – 10} x 100% = 19,5
4
Perhitungan angka kredit subunsur tugas tambahan sebagai
Wakil Kepala Sekolah:
a) Konversi hasil penilaian kinerja subunsur tugas tambahan, Dra.
Roesmiyati sebagai wakil kepala sekolah. ke skala nilai
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah: 18/20
x 100 = 90
b) Nilai kinerja Dra. Roesmiyati untuk subunsur tugas tambahan
sebagai wakil kepala sekolah, kemudian dikategorikan ke
dalam Amat Baik (125%), Baik (100%), Cukup (75%), Sedang
(50%), atau Kurang (25%) sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Nilai PK Guru
yang mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah
90 masuk dalam rentang 76 – 90 dengan kategori “Baik
(100%)”.
c) Angka kredit per tahun subunsur tugas tambahan sebagai
wakil kepala sekolah yang diperoleh Dra. Roesmiyati adalah:
Angka kredit satu tahun = (AKK-AKPKB-AKP) x NPK
4
Angka kredit satu tahun = {100 – (4 + 8) – 10} x 100% = 19,5
4
d) Total angka kredit yang diperoleh Dra. Roesmiyati untuk tahun
2014 sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai
wakil kepala sekolah adalah = 50% (19,5) + 50% (19,5) = 9,75 +
9,75 = 19,5.
e) Jika selama 4 (empat) tahun terus menerus Dra. Roesmiyati
mempunyai nilai kinerja yang sama, maka nilai yang diperoleh
Dra. Roesmiyati guru dengan tugas tambahan sebagai wakil
kepala sekolah adalah: 4 x 19,5 = 78.
f) Apabila Dra. Roesmiyati melaksanakan kegiatan
pengembangan keprofesian berkelanjutan dan memperoleh 4
angka kredit dari kegiatan pengembangan diri, 8 angka kredit
dari publikasi ilmiah, dan 10 angka kredit dari kegiatan
penunjang, maka Dra. Roesmiyati memperoleh angka kredit
kumulatif sebesar 78 + 4 + 8 + 10 = 100, jadi yang
bersangkutan dapat naik pangkat dan jabatan dari golongan
ruang III/d ke golongan ruang IV/a dengan jabatan Guru
Madya, karena telah memenuhi persyaratan angka kredit yang
diperlukan untuk naik pangkat dan jabatan fungsionalnya
sebesar 100 (Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun
2009) tersebut.
(3) Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah
Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui:
• Pengamatan, dilakukan dengan cara mengamati lingkungan
perpustakaan baik secara fisik maupun non fisik (persepsi
pengguna) perpustakaan sekolah/madrasah.
• Wawancara, dilakukan dengan mewawancarai guru yang
diberi tugas sebagai kepala perpustakaan sekolah/madrasah
serta sumber-sumber yang relevan, antara lain kepala
sekolah/madrasah, wakil kepala sekolah/madrasah, guru,
peserta didik, dan staf tata usaha.
34
• Dokumen, dilakukan dengan cara menelaah dokumendokumen
yang ada kaitannya dengan kegiatan yang dilakukan
kepala perpustakaan sekolah/madrasah.
Perhitungan Skor dan Nilai Akhir
Perhitungan skor kinerja guru yang diberi tugas sebagai kepala
perpustakaan sekolah/madrasah terdiri atas 6 (enam) dimensi
kinerja dengan 10 (sepuluh) jenis kompetensi yang bersumber
dari Standar Kompetensi Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah
(Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008). Berdasarkan indikatorindikator
yang dinilai pada jenis kompetensi tersebut, penilai
memberikan nilai dengan rentang 1 sampai 4.
Untuk menentukan nilai kinerja guru yang mendapat tugas
tambahan tersebut digunakan rumus :
Σ TN
NK = ———– X 100
Σ NRT
Keterangan:
NK = Nilai Kinerja
ΣTN = Jumlah Nilai Rata-rata untuk semua kompetensi yang dinilai untuk
tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan sekolah/madrasah
Σ NRT = Nilai kinerja Tertinggi
Konversi nilai kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah ke
standar menurut Permenneg PAN dan RB nomor 16 Tahun 2009
dilakukan menggunakan rumus:
NKKPS = NIPKKPS/M x 100
40
NKKPS (Skala 100) = Nilai Kinerja Kepala Perpustakaan Sekolah/
Madrasah dalam skala 0-100 sesuai
Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun
2009.
NIPKKPS/M =Nilai hasil Penilaian Kinerja Kepala
Perpustakaan Sekolah/Madrasah
Contoh 5: Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah
Dra. Nina, jabatan Guru Muda pangkat golongan ruang III/d TMT 1
April 2014 mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan diberi
tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan. Penilaian kinerja di
bulan Desember 2014, Dra. Nina sebagai guru memperoleh nilai
48 dan sebagai kepala perpustakaan sekolah mendapat nilai ratarata
30. Langkah-langkah perhitungan angka kreditnya adalah
sebagai berikut.
Perhitungan angka kredit subunsur pembelajaran:
a) Konversi hasil penilaian kinerja subunsur pembelajaran Dra.
Nina ke skala nilai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun
2009 adalah: 48/56 x 100 = 85,71
b) Nilai kinerja Dra. Nina untuk subunsur pembelajaran,
kemudian dikategorikan ke dalam Amat Baik (125%), Baik
(100%), Cukup (75%), Sedang (50%), atau Kurang (25%)
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009. Nilai PK Guru subunsur pembelajaran
85,71 masuk dalam rentang 76 – 90 kategori “Baik (100%)”.
c) Angka kredit per tahun subunsur pembelajaran yang diperoleh
Dra. Nina adalah:
Angka Kredit per tahun = (AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM) x NPK
4
Angka Kredit per tahun = [{100 – (4 + 8) -10 } x 12/12 x 100%] = 19,5
4
Perhitungan angka kredit subunsur tugas tambahan sebagai
Kepala Perpustakaan:
a) Konversi hasil penilaian kinerja subunsur tugas tambahan
sebagai kepala perpustakaan bagi Dra. Nina ke skala nilai
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah: 30/40
x 100 = 75
b) Nilai kinerja Dra. Nina untuk subunsur tugas tambahan
sebagai kepala perpustakaan, kemudian dikategorikan ke
dalam Amat Baik (125%), Baik (100%), Cukup (75%), Sedang
(50%), atau Kurang (25%) sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Nilai PK Guru
subunsur tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan 75
masuk dalam rentang 61 – 75 dengan kategori “Cukup (75%)”.
36
c) Angka kredit per tahun subunsur tugas tambahan sebagai
kepala perpustakaan yang diperoleh Dra. Nina adalah:
Angka kredit satu tahun = (AKK–AKPKB–AKP) x NPK
4
Angka kredit satu tahun = {100-(4+8)–10} x 75% = 14,63
4
d) Total angka kredit yang diperoleh Dra. Nina untuk tahun 2014
sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala
perpustakaan adalah = 50% (19,5) + 50% (14,63) = 9,75 +
7,32 = 17,07.
e) Jika selama 4 (empat) tahun terus menerus Dra. Nina
mempunyai nilai kinerja yang sama, maka nilai yang diperoleh
Dra. Nina sebagai kepala perpustakaan adalah: 4 x 17,07 =
68,28
f) Apabila Dra. Nina melaksanakan kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan dan memperoleh 4 angka kredit dari
kegiatan pengembangan diri, 8 angka kredit dari publikasi
ilmiah, dan 10 angka kredit dari kegiatan penunjang, maka
Dra. Nina memperoleh angka kredit kumulatif sebesar 68,28 +
4 + 8 + 10 = 90,28. Jadi dalam kurun waktu tersebut yang
bersangkutan belum dapat naik pangkat dan jabatan dari
golongan ruang III/d ke golongan ruang IV/a dengan jabatan
Guru Madya, karena belum memenuhi persyaratan angka
kredit yang diperlukan untuk naik pangkat dan jabatan
fungsionalnya sebesar 100 (Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009) tersebut.

(4) Ketua Program Keahlian Sekolah/Madrasah
Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui beberapa cara
agar mendapatkan penilaian yang obyektif yaitu:
• Pengamatan, dilakukan dengan cara mengamati hal yang
positif dan hal yang negatif terkait tugas ketua program
keahlian.
• Wawancara, dilakukan dengan mewawancarai sumber-sumber
yang relevan, antara lain kepala sekolah/madrasah, wakil
kepala sekolah/ madrasah, guru, peserta didik, dan staf tata
usaha yang terkait.
• Dokumen, dilakukan dengan cara menelaah dokumen-dokumen
dan catatan yang ada kaitannya dengan pengelolaan ketua
program keahlian sesuai dengan standar.
Menentukan nilai kinerja guru yang mendapat tugas tambahan
sebagai ketua program keahlian dilakukan menggunakan rumus:
Σ TN
NK = ———– X 100
Σ NRT
Keterangan:
NK = Nilai Kinerja
ΣTN = Jumlah Nilai Rata-rata untuk semua kompetensi yang dinilai untuk
tugas tambahan sebagai ketua program keahlian
Σ NRT = Nilai kinerja Tertinggi
Konversi nilai hasil penilaian kinerja Ketua Program Keahlian
dilakukan menggunakan rumus:
NKKPKS = NIPKKPKS/M x 100
32
Keterangan:
NKKPKS = Nilai Kinerja Ketua Program Keahlian Sekolah/Madrasah
NIPKKPKS = Nilai Hasil Penilaian Kinerja Ketua Program Keahlian
Sekolah/Madrasah
Contoh 6: Ketua Program Keahlian Sekolah/Madrasah
Drs. Rahmat memiliki jabatan Guru Muda pangkat golongan ruang
III/d TMT 1 April 2014 mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia,
diberi tugas tambahan sebagai ketua program keahlian sekolah.
Pada bulan Desember 2014, penilaian kinerja terhadap Drs.
Rahmat sebagai guru memberikan nilai 46 dan sebagai ketua
program keahlian sekolah mendapat nilai rata-rata 28. Langkahlangkah
perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut.
Perhitungan angka kredit subunsur pembelajaran:
a) Konversi hasil penilaian kinerja subunsur pembelajaran Drs.
Rahmat ke skala nilai Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009 adalah: 46/56 x 100 = 82,14
b) Nilai kinerja Drs. Rahmat untuk subunsur pembelajaran,
kemudian dikategorikan ke dalam Amat Baik (125%), Baik
(100%), Cukup (75%), Sedang (50%), atau Kurang (25%)
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009 . Nilai PK Guru subunsur pembelajaran
82,14 masuk dalam rentang 76 – 90 kategori “Baik (100%)”.
c) Angka kredit per tahun subunsur pembelajaran yang diperoleh
Drs. Rahmat adalah:
Angka Kredit per tahun = (AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM) x NPK
4
Angka Kredit per tahun = [{100 – (4 + 8) -10 } x 12/12 x 100%] = 19,5
4
Perhitungan angka kredit subunsur tugas tambahan sebagai
Ketua Program Keahlian:
a) Konversi hasil penilaian kinerja subunsur tugas tambahan
sebagai ketua program keahlian bagi Drs. Rahmat ke skala
nilai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009
adalah: 28/32 x 100 = 87,5.
b) Nilai kinerja Drs. Rahmat untuk subunsur tugas tambahan
sebagai ketua program keahlian, kemudian dikategorikan ke
dalam Amat Baik (125%), Baik (100%), Cukup (75%), Sedang
(50%), atau Kurang (25%) sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Nilai PK Guru
subunsur tugas tambahan sebagai ketua program keahlian
87,5 masuk dalam rentang 76 – 90 dengan kategori “Baik
(100%)”.
c) Angka kredit per tahun subunsur tugas tambahan sebagai
ketua program keahlian yang diperoleh Drs. Rahmat adalah:
Angka kredit satu tahun =( AKK-AKPKB-AKP) x NPK
4
Angka kredit satu tahun = {100-(4+8)-10} x 100% = 19,5
4
d) Total angka kredit yang diperoleh Drs. Rahmat untuk tahun
2014 sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai
ketua program keahlian adalah = 50% (19,5) + 50% (19,5) =
9,75 + 9,75 = 19,5.
e) Jika selama 4 (empat) tahun terus menerus Drs. Rahmat
mempunyai nilai kinerja yang sama, maka nilai yang diperoleh
Drs. Rahmat sebagai ketua program keahlian selama 4 tahun
adalah: 4 x 19,5 = 78
f) Apabila Drs. Rahmat melaksanakan kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan dan memperoleh 4 angka kredit dari
kegiatan pengembangan diri, 8 angka kredit dari publikasi
ilmiah, dan 10 angka kredit dari kegiatan penunjang, maka
Drs. Rahmat memperoleh angka kredit kumulatif sebesar 78 +
4 + 8 + 10 = 100. Jadi yang bersangkutan dapat naik pangkat
dan jabatan dari golongan ruang III/d ke golongan ruang IV/a
dengan jabatan Guru Madya, karena telah memenuhi
persyaratan angka kredit yang diperlukan untuk naik pangkat
dan jabatan fungsionalnya sebesar 100 (Peraturan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009).

(5) Kepala Laboratorium Sekolah/Madrasah
Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui beberapa cara
agar mendapatkan penilaian yang obyektif yaitu:
• Pengamatan, dilakukan dengan cara mengamati lingkungan
sekitar laboratorium/bengkel, baik internal maupun eksternal
dan mencatat hal yang positif dan hal yang negatif terkait tugas
kepala laboratorium/bengkel.
• Wawancara, dilakukan dengan mewawancarai sumber-sumber
yang relevan, antara lain kepala sekolah/madrasah, wakil
kepala sekolah/madrasah, guru, dan peserta didik pemakai
fasilitas laboratorium/bengkel dan staf tata usaha yang terkait.
• Dokumen, dilakukan dengan cara menelaah dokumendokumen
dan catatan yang ada kaitannya dengan pengelolaan
laboratorium/bengkel sesuai dengan standar.
Untuk Aspek kinerja guru yang dinilai bagi guru dengan tugas
tambahan sebagai kepala laboratorium/bengkel aspek kinerja
yang dinilai adalah sebagai berikut:
a. aspek kepribadian;
b. aspek sosial;
c. aspek pengorganisasian terhadap guru, laboran/teknisi;
d. aspek pengelolaan program dan administrasi;
e. aspek pengelolaan pemantauan dan evaluasi;
f. aspek pengembangan dan inovasi dan;
g. aspek lingkungan dan K3.
Penentuan nilai kinerja guru yang mendapat tugas tambahan
tersebut dilakukan menggunakan rumus:
Σ TN
NK = ———– X 100
Σ NRT
Keterangan:
NK = Nilai Kinerja
ΣTN = Jumlah Nilai Rata-rata untuk semua kompetensi yang dinilai untuk
tugas tambahan sebagai kepala laboratorium/bengkel
Σ NRT = Nilai kinerja Tertinggi
Konversi nilai penilaian kinerja sebagai kepala laboratorium/
bengkel sekolah/madrasah menggunakan rumus:
NKKL=NIPKKL x 100
28
Keterangan:
NKKL = Nilai Kinerja Kepala Laboratorium/Bengkel
NIPKKL = Nilai hasil Penilaian Kinerja Kepala Laboratorium/ Bengkel
Contoh 7: Kepala Laboratorium/Bengkel Sekolah/Madrasah
Drs. Eko memiliki jabatan Guru Muda pangkat golongan ruang
III/d TMT 1 April 2014 mengajar mata pelajaran IPA dan diberi
tugas tambahan sebagai kepala laboratorium IPA. Pada
Desember 2014 hasil penilaian kinerja sebagai guru adalah 45
dan sebagai kepala laboratorium mendapat total nilai rata-rata 19.
Langkah-langkah perhitungan angka kreditnya adalah sebagai
berikut.
Perhitungan angka kredit subunsur tugas pembelajaran
a) Konversi hasil penilaian kinerja subunsur tugas pembelajaran
Drs. Eko ke skala nilai Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009 adalah: 45/56 x 100 = 80,36
b) Nilai kinerja Drs. Eko untuk subunsur pembelajaran, kemudian
dikategorikan ke dalam Amat Baik (125%), Baik (100%),
Cukup (75%), Sedang (50%), atau Kurang (25%)
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009. Nilai PK Guru subunsur pembelajaran
80,36 masuk dalam rentang 76 – 90 kategori “Baik (100%)”.
c) Angka kredit per tahun subunsur pembelajaran yang diperoleh
Drs. Eko adalah:
Angka Kredit per tahun = (AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM) x NPK
4
Angka Kredit per tahun = [{100 – (4 + 8) -10 } x 12/12 x 100%] = 19,5
4

Perhitungan angka kredit subunsur tugas tambahan sebagai
Kepala Laboratorium/Bengkel:
a) Konversi hasil penilaian kinerja subunsur tugas tambahan
sebagai kepala laboratorium/bengkel Drs. Eko ke skala nilai
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah: 19/28
x 100 = 67,86.
b) Nilai kinerja Drs. Eko untuk subunsur tugas tambahan sebagai
Kepala Laboratorium/Bengkel, kemudian dikategorikan ke
dalam Amat Baik (125%), Baik (100%), Cukup (75%), Sedang
(50%), atau Kurang (25%) sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Nilai PK Guru
subunsur tugas tambahan sebagai kepala laboratorium/
bengkel 67,86 masuk dalam rentang 61 – 75 dengan kategori
“Cukup (75%)”.
c) Angka kredit per tahun subunsur tugas tambahan sebagai
kepala laboratorium/bengkel yang diperoleh Drs. Eko adalah:
Angka kredit satu tahun = (AKK-AKPKB-AKP) x NPK
4
Angka kredit satu tahun = {100-(4+8)-10} x 75% = 14,62
4
d) Total angka kredit yang diperoleh Drs. Eko untuk tahun 2014
sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala
laboratorium/bengkel adalah = 50% (19,5) + 50% (14,62) =
9,75 + 7,31 = 17,06.
e) Jika selama 4 (empat) tahun terus menerus Drs. Eko
mempunyai nilai kinerja yang sama, maka nilai yang diperoleh
Drs. Eko sebagai guru dengan tugas tambahan sebagai
kepala laboratorium/bengkel adalah: 4 x 17,06 = 68,24
42
f) Apabila Drs. Eko melaksanakan kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan dan memperoleh 4 angka kredit dari
kegiatan pengembangan diri, 8 angka kredit dari publikasi
ilmiah, dan 10 angka kredit dari kegiatan penunjang, maka
Drs. Eko memperoleh angka kredit kumulatif sebesar 68,24 +
4 + 8 + 10 = 90,24. Jadi yang bersangkutan tidak dapat naik
pangkat dan jabatan dari golongan ruang III/d ke golongan
ruang IV/a dengan jabatan Guru Madya, karena belum
memenuhi persyaratan jumlah angka kredit yang diperlukan
untuk naik pangkat dan jabatan fungsionalnya (Peraturan
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009) tersebut.
2) Guru dengan tugas tambahan lain yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah tetapi tidak mengurangi jam mengajar tatap muka.
Angka kredit untuk tugas tambahan bagi guru dengan tugas tambahan
yang tidak mengurangi jam mengajar tatap muka tidak disertakan dalam
perhitungan konversi nilai PKG, tetapi langsung diperhitungkan sebagai
perolehan angka kredit guru pada periode tahun tertentu. Angka kredit
akhir yang diperoleh diperhitungkan dengan formula matematika sebagai
berikut.
a) Tugas yang dijabat selama 1 (satu) tahun (misal: wali kelas, tim
kurikulum, pembimbing guru pemula, dan sejenisnya).
Angka kredit akhir tahun yang diperoleh = Angka Kredit Hasil PK
GURU selama setahun + 5% dari Angka Kredit Hasil PK GURU selama
setahun.
Contoh 8: Guru yang mendapat tugas tambahan menjadi Wali
Kelas (tugas tambahan lain yang tidak mengurangi jam mengajar)
Misalnya Budiman S.Pd. pada contoh 1 diberikan tugas sebagai wali
kelas selama setahun yang tidak mengurangi jam mengajarnya. Karena
Budiman S.Pd, pada perhitungan contoh 1 sudah mendapatkan angka
kredit dari tugas pembelajarannya sebesar 10,5 per tahun; maka angka
kredit kumulatif yang dapat dikumpulkan oleh Budiman S.Pd. selama
setahun, karena yang bersangkutan mendapat tugas sebagai wali kelas
adalah:
Angka kredit kumulatif yang dikumpulkan = Angka Kredit Hasil PK
GURU selama setahun + 5% Angka Kredit Hasil PK GURU selama
setahun = 10,5 + (10,5 x 5/100) = 10,5 + 0,53 = 11,03.
b) Tugas yang dijabat selama kurang dari 1 (satu) tahun atau tugas-tugas
temporer (misal: menjadi pengawas penilaian dan evaluasi,
membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, menjadi
pembimbing penyusunan publikasi ilmiah dan karya inovatif, dan
sejenisnya).
Angka kredit akhir tahun yang diperoleh = Angka Kredit Hasil PK
GURU selama setahun + 2% Angka Kredit Hasil PK GURU selama
setahun tersebut.
Contoh 9: Guru yang mendapat tugas tambahan menjadi
Pengawas Penilaian dan Evaluasi (tugas tambahan lain yang tidak
mengurangi jam mengajar)
Misalnya Budiman S.Pd. pada contoh 1 diberikan tugas temporer
(kurang dari setahun) yang tidak mengurangi jam mengajarnya
sebanyak 3 kali sebagai pengawas penilaian dan evaluasi selama
setahun. Karena Budiman S.Pd, pada perhitungan contoh 1 sudah
mendapatkan angka kredit dari tugas pembelajarannya sebesar 10,5
per tahun; maka angka kredit kumulatif yang dapat dikumpulkan oleh
Budiman S.Pd. selama setahun, karena yang bersangkutan mendapat
tugas tersebut adalah:
Angka kredit kumulatif yang dikumpulkan selama setahun = Angka
Kredit Hasil PK GURU selama setahun + (2% Angka Kredit Hasil PK
GURU selama setahun x Banyak banyaknya tugas sementara yang
diberikan selama setahun):
= 10,5 + {(10,5 x 2/100) x 2} = 10,5 + (0,21 x 2) = 10,5 + 0,42 = 10,92
Catatan : jumlah tugas tambahan yang tidak mengurangi jam mengajar
tatap muka, maksimum adalah 2 kali dalam satu tahun.

About these ads

Penulis: KKMI Sangkapura

Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Kabupaten Gresik Propinsi Jawa Timur

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.